Puncak Outbound Bogor| Arung jeram di Bogor

 

Puncak Outbound Bogor | Arung Jeram di Bogor

Arung Jeram – Rafting di Bogor ?

Kami memiliki beberapa trip arung jeram – Rafting di Bogor

Trip 1 :  Sungai kalibaru Cimahpar Bogor                        Rp.190.000/orang

Trip 2 :  Sungai Ciliwung Gadog(Hotel Pramesti)          Rp. 190.000/orang

Trip 3 :  Sungai Cisadane Caringin                                       Rp. 190.000/orang

Trip.4 : Sungai Cianten Ciampea                                           Rp.  210.000/orang

(incl : transport local, kopi,snack, kelapa muda + Foto )

Sebelum anda memutuskan untuk melakukan kegiatan Arung Jeram – Rafting di Bogor, kami memberikan Tips yang sebaiknya anda tau…Baca ya…

Self Rescue (Teknik Penyelamatan Diri)

Masalah yang sering terjadi adalah terlempar dari perahu dan berenang di jeram sungai, hal pertama yang harus dilakukan adalah jangan panik baik anggota tim yang jatuh maupun yang berada diatas perahu atau yang akan menolong. Berikut beberapa teknik Self Rescue dalam kondisi kecelakan tertentu :

 

Berenang di Jeram

Hal yang perlu diingat dan dilakukan saat sedang berenang di jeram,yaitu :
1 . Tenang. Yakinkan diri bahwa pelampung kuat mengangkat tubuh anda ke permukaan air secepatnya.
2 . Jika anda muncul di bawah perahu, gunakan tangan anda untuk menggeser badan ke arah samping perahu.
3 . Jika kesulitan untuk naik ke atas perahu jangan ragu minta bantuan pada anggota tim lain yang berada diatas perahu untuk membantu.
4 . Jika tidak dapat kembali ke perahu secepatnya berenang dengan posisi duduk atau telentang, dengan kaki di usahakan sedekat mungkin dengan permukaan air, badan menghadap ke arah hilir sungai.
5 . Jika ada batu di depan, sambut dengan kaki, badan kemungkinan akan terputar. Setelah itu kembali ke posisi semula.
6 . Bila melihat jeram mulai kecil dan sedikit, berenanglah segera menuju ke tepi sungai atau bila ada eddies, berenaglah menuju ke eddies( Arus balik ) Kemudian tunggulah hingga dijemput anggota tim lainnya.
Posisi telentang menghadap ke arah hilir sungai dengan kaki tetap berada di atas permukaan air dan pandangan selalu mengarah kedepan dimaksudkan agar kita dapat mengetahui rintangan yang ada di depan kita seperti batu strainer dan lain-lainnya, juga untuk menghindarkan diri dari kaki terjepit di celah batu.
Hal lainnya yaitu juga untuk membantu kita mengorientasi bagian depan sungai untuk antisipasi tindakan penyelamatan.

Catatan :

Eddies maksudnya stopper dimana suatu arus sungai seakan-akan berhenti dan berbalik ke arah hulu sungai (up-stream). Eddies terbentuk karena adanya arus yang menabrak rintangan seperti batu atau benda-benda lainnya dan tidak dapat melewati rintangan tersebut sehingga akan terjadi kekosangan atau kekurangan air serta perbedaan tekanan air. Oleh sebab itu, air dari arah lain akan mengalir kembali keatas untuk menyamakan permukaan di daerah lain. Eddies biasanya berada bersebelahan dengan arus utama, pada tikungan, dibelakang benda berupa batu-batu besar. Makin deras arus makin kuat eddies yang ditimbulkan. Eddies berguna dalam sebagai tempat berhenti / atau istirahat, sebagai pengurang kecepatan atau break serta menolong dalam maneuver

 

Seputar Rafting – Arung Jeram

 

Rafting – Arung Jeram pada awalnya memang sebagi suatu bentuk olah raga arus deras, dilakukan secara berkelompok , biasanya satu perahu terdiri dari lima atau enam orang , standarnya  ada pendidikan awal untuk bisa mengarungi sebuah sungai, ngga bisa di sangkal bahwa ada resiko yang lumayan berat untuk aktifitas di sungai, seringkali karakter air sangat sulit untuk bisa dibaca. Olah Raga Arung Jeram sesungguhnya sangat membutuhkan kondisi prima dan ketrampilan teknis serta kerjasama tim , untuk itulah diperlukan pendidikan pendahuluan sebelum mengarungi sengai.

Perkembangan sekarang ngga terlalu seperti itu lagi, Olah raga Arung jeram / Rafting berubah paradigma menjadi wisata, dilakukan disungai yang sudah sangat dikenal, bisa dikatakan terukur , bentuknya sangat jauh untuk bisa dikatakan adventure , asal anda mau dan berani anda cukup didampingi seorang Skiper, dialah yang akan mengoperasikan perjalanan dengan perahu, Tuntutan terhadap kondisi prima dan terlatih sudah tidak terlalu prioritas.

 

Tingkat Kesulitan Sungai
Tingkat kesulitan sungai terbagi dari grade (kelas) I sampai grade VI, mulai dari ‘sungai mudah’ sampai tingkatan ‘sungai berbahaya’

Kelas I (Easy)
Air sungai mengalir tenang dan kadang-kadang diiringi riam kecil. Jarang dijumpai rintangan seperti batu, pusaran air atau air terjun. Scouting (pengintaian) untuk menentukan lintasan tidak perlu dilakukan. Self rescue (menyelamatkan diri) sangat mudah untuk dilakukan.

Kelas II ( Novice)
Air sungai dengan ombak tidak terlalu tinggi. Jarak antar batu besar agak renggang. Scouting masih tidak perlu dilakukan. Self rescue masih mudah dilakukan.

Kelas III (Intermediate)
Riam-riam diiringi gelombang-gelombang yang tidak terduga. Manuver dibutuhkan untuk dapat menghindari batu atau hole. Scouting untuk menentukan lintasan sangat membantu bagi yang belum berpengalaman. Untuk yang sudah berpengalaman dapat melakukan scouting tanpa menghentikan perahu. Kadang-kadang team rescue harus siap siaga ditepi sungai. Self rescue masih dapat dilakukan.

Kelas IV ( Advance)
Jeram sulit dan sambung-menyambung. Gelombang air bisa mencapai 2 meter dengan variasi kelokan cukup tajam. Posisi batuan berdekatan dan cukup berbahaya dan arusnya liar. Scouting dan manuver cepat dan terlatih sangat diperlukan . Medan cukup potensial untuk kecelakaan. Self rescue sulit dilakukan dan tim rescue sangat perlu dalam pengarungan.

Kelas V (Expert)
Kesulitan tinggi mempunyai riam yang panjang dan liar serta sambung-menyambung. Arus lebih deras dengan jeram yang berbahaya ditambah batu-batu yang besar dan sungai yang sempit. Di butuhkan manuver rumit dan cepat agar dapat melaluinya. Self rescue tidak mungkin dilakukan, bila terjadi kecelakaan, river rescue sangat sulit untuk dilakukan meski oleh yang ahli. Scouting merupakan keharusan tapi sering kali sulit dilakukan.

Kelas VI (Extrime)
Kelas dengan kesulitan dan bahaya yang sangat ekstrim. River rescue tidak mungkin dapat dilakukan. Untuk pengarungan dibutuhkan persiapan ynag sangat cermat. Secara umum kelas ini tidak dianjurkan untuk diarungi.
Sungai pada kelas ini dapat dapat mengalami penurunan grade atau kelas menjadi kelas V apabila sungai ini telah berhasil diarungi secara aman. Setiap sungai memiliki banyak kelas tergantung keadaan karakteristik dan volume airnya

Dapatkan paket Outbound Bogor , khusus 2018

Outbound lengkap 2 hari 1 malam :

Team building, paintball dan Rafting  Rp 650.000

Klik disini

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *