Outbound Bogor – Training Motivasi, Masih Perlukah?


Outbound Bogor – Training Motivasi, Masih Perlukah?

Manusia modern konon mengalami apa yang disebut oleh ahli psikologi kejiwaan sebagai sindrom demotivasi. Gejala ini muncul dari banyaknya angka bunuh diri, frustasi, dan meningkatnya jumlah pasien rumah sakit jiwa. Munculnya masalah-masalah baru seperti resesi ekonomi, PHK massal, naiknya harga kebutuhan pokok, sempitnya kesempatan kerja, mendorong orang untuk melakukan jalan pintas dalam menyelesaikan masalah. Sindrom ini tidak saja menyerang mereka yang secara finansial berpenghasilan kecil, namun juga mengidap kepada mereka yang justru berada di posisi medium-up level. Tidak heran kalau seminar dan training motivasi banyak tersebar di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung dan Surabaya.

Pertanyaannya, masih perlukah training motivasi di saat orang bisa mengakses berita-berita yang bisa membangkitkan daya dorong dirinya dalam dunia maya? Jawabannya: MASIH. Mengapa banyak perusahaan-perusahaan yang mengundang pakar-pakar motivasi terkenal seperti Tung Desem Waringin, Andrie Wongso, Bong Chandra dan lainnya untuk memotivasi karyawan-karyawannya? Sebab kebanyakan karyawan sudah kehilangan orientasi dalam bekerja. Tujuan mereka ke kantor adalah bekerja dan mendapat gaji, bukan berkarya.

Training motivasi bukan dihadirkan untuk mendorong orang bergerak. Lebih dari itu, training motivasi adalah metode merubah pola pikir, mengubah orientasi seseorang, dan lebih dalam lagi, membersihkan pikiran bawah sadar yang keliru dalam merespon hidup. Motivasi tidak bisa bersifat instan, keluar dari acara lalu bergerak mencapai mimpi untuk kemudian kembali melemah ketika menemui masalah. Motivasi adalah dorongan jangka panjang untuk kepentingan jangka panjang yang timbul secara sadar dari dalam diri setiap orang, yang difasilitasi melalui kegiatan-kegiatan seperti training motivasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *