Tips memilih Tempat Outbound


Tempat Outbound dan Team Building

Bagi mereka yang tinggal di daerah-daerah wisata biasanya selalu menyaksikan banyak bis-bis atau kendaraan pribadi dari luar kota yang mengangkut banyak orang berseragam setiap akhir pekan. Para tamu itu bisa jadi karyawan-karyawan dari bermacam-macam perusahaan, anggota-anggora organisasi masyarakat, pelajar dan mahasiswa dari berbagai sekolah serta kampus. Mereka sengaja datang jauh-jauh untuk menggelar kegiatan yang selama ini kita kenal sebagai outbound training atau banyak juga yang menyebutnya Team Building

 

Kegiatan semacam ini rutin digelar oleh berbagai institusi, baik pemerintah maupun swasta, baik lembaga bisnis maupun nirlaba, sebagai salah satu cara untuk mengakrabkan anggota-anggotanya dan membangun kekompakan dalam bekerja atau berorganisasi. Outbound training menjadi primadona dalam menyegarkan pikiran dari rutinitas sehari-hari.

 

Dengan banyaknya usaha yang menawarkan lokasi dan kegiatan outbound training dewasa ini, maka masyarakat perlu diberikan acuan standart agar tidak salah dalam memilih lokasi dan atau mengalokasikan anggaran.

 

  1. Akses ke lokasi yang mudah

Tempat outbound training yang mudah diakses adalah syarat pertama dalam memilih tempat kegiatan. Istilah ‘mudah diakses’ bukan berarti lokasi tersebut harus dekat dari kantor, melainkan infrastruktur seperti jalan menuju ke sana dapat dilalui kendaraan roda empat dan tidak rusak/berlubang. Ada suatu lokasi di daerah Puncak, Bogor yang sangat bagus untuk diadakan kegiatan outbound training/team building, namun karena jalan menuju ke sana rusak dan lubangnya besar sehingga bisa mencelakakan pengendara, maka tidak heran bila yang datang ke sana tidaklah terlalu banyak. Strategi pemasaran pemilik tempat biasanya melalui orang-orang yang dikenal.

 

  1. Fasilitas sesuai kebutuhan

Misalnya organisasi/perusahaan Anda ingin mengadakan outbound training yang bertujuan agar karyawan bisa saling membantu dalam masalah sesulit apapun. Untuk itu Anda butuh misalnya kolam lumpur yang dalam agar ‘masa sulit’ terbenam dalam lumpur dapat membangun sikap gotong royong antar anggota. Namun kalau ternyata fasilitas tersebut tidak tersedia, Anda harus mencari pengganti kegiatan yang memiliki tujuan yang sama. Sebab tidak semua fasilitas yang ada bisa sejalan dengan tujuan yang ingin dicapai.

  1. Kapasitas Lokasi vs Jam Ramai

Ini juga harus diperhatikan kapan tempat outbound training itu ramai dan seberapa luas ruang untuk menampung orang. Jika Anda dan tim datang pada akhir pekan, maka bisa dipastikan bahwa perusahaan/organisasi lain pasti juga sedang berada di sana. Jumlahnya bisa puluhan. Maka mengetahui kapan jam ramai dan kapasitas yang dapat ditampung merupakan keharusan agar kegiatan Anda bisa berjalan lancar tanpa harus ‘diganggu’ oleh  institusi lain.

  1. Budget vs Fasilitas

Ini juga hal yang perlu dipertimbangkan dalam memilih outbound training. Semakin ketat budget Anda, maka fasilitas bisa dipakai juga terbatas. Maka solusinya adalah bukanlah dengan memaksimalkan budget, melainkan dengan memaksimalkan fasilitas. Bila tujuan outbound training ini ada 10, sedangkan fasilitas yang bisa dipakai hanya 5, maka Anda harus pintar-pintar memilih fasilitas apa yang bisa mewakili 2-3 tujuan sekaligus.

 

Selamat mencoba!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *